Rabu, 05 November 2008

MENGINTIP USAHA KERAJINAN FIBERGLASS DI MEDAENG

MENGINTIP USAHA KERAJINAN FIBERGLASS DI MEDAENG
18:10 Rabu, 5 November 2008
Sidoarjo, Jawa Timur, 05/11 - Mahalnya bahan baku kayu ataupun bambu tak menyurutkan niat Hari Toweka untuk berwiraswasta membuat perabot rumah tangga, seperti pepatah ‘tak ada rotan akarpun jadi’, akhirnya ia menekuni kerajinan fiber. "Kalau kayu mahal ya saya harus pakai fiber atau gabus, toh saya banyak pengalaman kerja di perusahaan fiber ini," ujar Hari yang telah bekerja di sebuah perusahaan pembuat perabot rumah tangga dari fiber selama 14 tahun ini.Pemilik perusahaan Ari Fiberglass di kawasan Medaeng Waru ini mengkhususkan diri memproduksi keperluan rumah tangga yang bahan-bahannya dari fiberglass seperti bak sampah, tangki/tandon air, kursi, bak mandi, atap, tempat cuci piring dan keperluan rumah tangga lainnya.Selama 14 tahun menjadi karyawan di perusahaan pembuat barang dari fiberglass, Hari tergugah untuk memiliki usaha sejenis sendiri. Dengan tekad dan kemauan untuk maju, bermodalkan Rp 10 juta, Hari mulai mengawali usahanya.Awal usahanya dimulai di rumahnya di kawasan Medaeng tahun 2001, dengan tanpa pegawai Hari mengerjakan sendiri pesanan bak mandi. Dalam perkembangannya, hasil produksi fibernya mulai dikenal masyarakat luas walau dari mulut ke mulut.Kala itu, usaha Hari ini berjalan mulus tanpa banyak pesaing sehingga order datang dari berbagai instansi baik swasta maupun pemerintah. Salah satu instansi pemerintah yang pernah menjadi langganan Hari yakni Dinas Perikanan. Jenis barang yang dipesan instansi ini yaitu berupa bak penampungan ikan."Hanya sayang, alokasi dana dari dinas ini setahun sekali. Jadi ordernya juga tidak berlanjut. Satu sisi saya harus mendapat dana segar untuk membeli bahan baku. Kalau tidak berjalan lancar usaha saya juga turut gulung tikar," tutur Hari. Kendati demikian, order Hari Toweka tidak pernah sepi. Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang sea food, PT. Monodong Group mempercayakan meja proses produksi dan boks udang dari fiberglassnya ini dikerjakan Ari Fiberglass. Tak tanggung-tanggung jumlah ordernya mencapai puluhan hingga ratusan biji.Mengingat jumlah pesanan yang berjibun, Hari akhirnya menambah jumlah karyawannya yang semula enam orang kini dibantu oleh warga sekitar tempat tinggal Hari di Medaeng. Pekerja yang diangkatnya ini bukan sebagai karyawan tetap melainkan sebagai karyawan borongan.Keadaan ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang ini, sedikit mempengaruhi usaha fiberglass Hari. Terlebih urusan bahan baku yang dari bahan kimia. Selalu naik dan ini selalu diikuti dengan meningkatnya pesanan.Terutama jenis pesanan mainan anak TK, prosotan warna-warni. Jenis inilah yang sedang ramai dikerjakan Ari Fiberglass. Dengan menggunakan campuran resin, catalyst, pigmen (bahan baku cat), bubuk kalak, dan beberapa lapis fiberglass.Alat yang dipergunakan cukup sederhana, kuas dan kompresor serta cetakan untuk mencetak produksi sesuai dengan jenis dan ukuran yang diinginkan.Prosesnyapun cukup cepat, semua bahan kimia dicampur hingga rata setelah itu dituang kedalam cetakan dan dibiarkan hingga kering. Kira-kira satu hingga dua jam, kerajinan prosotan bisa diangkat. Selain TK dan SD, Ari Fiberglass juga mensuplai prosotan yang ada di Taman Hiburan Remaja (THR) Surabaya. Kesuksesan yang dialami Hari tentunya bukan tanpa proses. Butuh kerja keras, tekun dan tak kenal menyerah adalah kunci kesuksesannya. Meskipun hanya bermodalkan minim, namun kini Hari telah mampu membeli sebidang tanah tak jauh dari rumahnya di kawasan Medaeng.Lahan seukuran 23 x 23 meter itu kini ditempatinya semenjak 2001 silam sebagai tempat produksinya. Biasanya sebulan Hari mengaku memproduksi sekitar 100 hingga 150 produk dengan omzet sekitar 20 juta hingga 50 juta perbulan. Kini hasil produksi Hari juga dikirim ke luar kota misalnya Malang, Gresik, Yogyakarta bahkan luar pulau Sulawesi dan Kalimantan.Kesuksesan telah diraih, namun bukan berarti Hari berhenti berkreasi, dirinya tak segan untuk merangkul perusahaan serupa Toyo Fiberglass untuk memasarkan produknya. Namun ketika ditanya kenapa tidak membuat manajemen pemasaran sendiri, Hari mengaku tidak bisa dan tidak punya kemampuan untuk membuat manajemen pemasaran. her/kp008 (KP008@05/11/2008 18:10)
dimuat di situs antaranews.com

2 komentar:

infogue mengatakan...

Artikel anda:

http://peluang-bisnis.infogue.com/
http://peluang-bisnis.infogue.com/mengintip_usaha_kerajinan_fiberglass_di_medaeng

promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!

INDRA MASTIKA mengatakan...

Manteb Mas Boleh kalo ada Ilmu ilmu yang lain buat recoment blog ane www.dapurseni.blogdetik.com